3 Hari Bersama Safari 4 Beta

Beta ataupun tidak, upgrade Safari selalu menimbulkan rasa was-was. Sudah gaya Apple untuk memecah kompatibilitas plugin –InputManager hack lebih tepatnya– setiap kali update.

Di Safari Beta 4 kali ini, ada banyak plugin yang harus (baca: lebih suka) saya hapus manual. Untungnya, fitur-fitur Safari 4 Beta sudah menggantinya. Setidaknya, nanti secara native.

1. Google Gears.
Saat Google Gears terpasang, Safari 4 Beta crash berkali-kali. Situs yang saya allow untuk menggunakan Gears seperti GMail dan GDocs selalu gagal dimuat. Setelah Gears dihapus, script untuk test ketersediaan Gears juga gagal dijalankan. Nampaknya memang Gears dan Safari 4 Beta memang tidak/belum kompatibel.

Tidak kompatibelnya keduanya menurut saya bukan tanpa alasan. Dengan dukungan offline storage HTML5 di Safari 4, Gears jadi nampak sia-sia. Google sendiri mulai menggunakan HTML5 di GMail, membuat nanti semua browser yang mendukung HTML5 bisa memanfaatkan offline storage tanpa instalasi Gears.

2. Safari Stand
History cover flow adalah alasan utama kenapa saya menginstall Safari Stand. Dengan dukungan History cover flow di Safari 4 Beta, Safari Stand tidak diperlukan lagi. Alasan kedua, Safari Stand membuat crash dialog Open File. Mengirim attachment via GMail, atau mengupload foto ke Facebook (duh!), jadi tidak bisa.

3. Inquisitor
Ini juga saya hapus. Selain memang langsung tidak tampil, fitur Google Suggest di Safari 4 Beta membuat Inquisitor tidak diperlukan lagi.

Satu-satunya plugin yang saya install sekarang hanya Safari Ad-Block dengan kondisi yang lebih sering disabled.

Sebagai bonus, fitur Safari 4 Beta yang menarik adalah Developer Tools. CSS, JS, DOM, dan offline storage debugging jadi lebih mudah. Beberapa pesan kesalahan malah terdeteksi lebih mudah di Safari 4 Beta ketimbang di Firebug.

Alasan saya menggunakan Safari bukan karena di tampilan, tapi lebih pada fungsinya.

Most people make the mistake of thinking design is what it looks like. People think it’s this veneer — that the designers are handed this box and told, ‘Make it look good!’ That’s not what we think design is. It’s not just what it looks like and feels like. Design is how it works.
– Jobs, NYTimes Magazine.

Summarize Services misalnya, kita tinggal pilih/block paragraf teks, dan Summarize akan mengeliminir kata dan kalimat yang tidak penting. Sangat membantu saat harus membaca banyak artikel. Integrasi dengan Dictionary juga fitur lain yang sangat membantu.

Untuk kecepatan sebetulnya relatif. Safari dan Firefox di “batu bata” saya masih relatif sama cepatnya (meski menurut saya, masih juga kurang cepat).

Meski begitu, Firefox masih saya gunakan untuk “keisengan” lain. Add-on seperti YSlow, ClearForest Gnosis, TamperData, SEO, WebDev Extension, Live HTTP Header, dan ScrapBook adalah lagu wajib untuk inspeksi sebuah situs.

Namun sekarang sudah banyak yang pinter debugging. Jadinya saya mengalah, debugging dilakukan jika ingin iseng saja.

Ok. Sekarang waktu ganti foto profil di Facebook….

Facebook

Sudah beberapa minggu ini, setiap kali meeting/kopdar, dari obrolan ringan hingga obrolan menara gading, kata “facebook” lebih sering diungkit ketimbang “google” dan “apple”. Bajingan betul.

Kemarin Andrias pun berbagi data temuannya yang diracik menurut rangking ComScore, jauh lebih kredibel ketimbang Alexa, untuk kawasan Indonesia.

ComScore Feb 2009 Indonesia

Seperti pak Amal yang menggunakan IRCache, saya menggunakan IP Audit Network Report di jaringan lokal hanya untuk mengetahui bahwa Facebook CDN telah mendominasi traffic kantor.

Tinggal masalah waktu saja hingga Facebook diblock oleh admin network di kantor anda. Good luck.

Hard Reality

IT is the ultimate thankless job—when an organization’s IT organization is performing optimally, nobody notices, and when it isn’t, the IT department is the target of complaints and the butt of jokes
# (ArsTechnica)

That’s so true.